Waktu terus merangkak gundah
melihat dunia semakin telanjang
Airmatanya turun bersama tarian hujan
Dunia yang ia banggakan
terutama engkau...manusia!
Anak-anak waktu
kini menjadi tumpuan malu dihadapkanNYA
Waktu yang selalu disalahkan
Waktu yang selalu dibuang percuma
Waktu yang selalu diputar balikkan
Dan waktu yang ingin engkau lipat
Dan kini...
Waktu semakin tua dimakan usia
namun langkah tetap kokoh
mengawal kehidupan
Melihat...
Mengawasi...
Bahkan menegur kearifanmu
sampai semua kembali padaNYA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar